NADIKABAR.COM — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memanfaatkan produk turunan rumput laut jenis sargasum sebagai material dasar sensor cerdas guna memantau kualitas dan kesegaran bahan pangan, salah satunya pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peneliti Pusat Riset Elektronika BRIN, Athanasia Amanda Septevani di sela kegiatan Gender Equality Learning Program (GELP) Symposium di Jakarta, Selasa, menjelaskan perpaduan material alginat selulosa hasil ekstraksi ampas sargasum dengan senyawa aktif antosianin pembawa warna menjadikan sensor kolorimetri yang sangat sensitif merespons perubahan tingkat keasaman (pH) lewat perubahan visual warna.
"Jadi, makanan yang dimakan bapak-bapak sekalian itu ketika dia mengalami penurunan kualitas, dia itu akan mengalami perubahan pH," katanya.
Amanda menjelaskan teknologi pendeteksi kemunduran kualitas ini diproyeksikan bakal memainkan peranan penting dalam mengawal tata kelola rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG).