Hidrolisis memecah trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol yang selanjutnya dapat diolah menjadi hidrokarbon. Pengujian hidrolisis minyak sawit dilakukan selama 20 menit pada rentang suhu 170 hingga 330 derajat Celsius.
Hasilnya, katanya, menunjukkan perolehan asam lemak meningkat seiring kenaikan suhu, hingga mendekati 90 persen pada suhu 300 derajat Celsius.
Penelitian ini juga mengembangkan katalis berbasis nikelβtimah dengan penyangga karbon aktif. Katalis tersebut dikembangkan sebagai alternatif penggunaan katalis berbasis logam mulia.
"Pengembangan tersebut bertujuan menghasilkan katalis yang lebih ekonomis, sekaligus meningkatkan kinerja dan stabilitas proses konversi minyak nabati. Kami mengeksplorasi katalis berbasis nikel sebagai alternatif yang lebih ekonomis," ujar Kiky.