Arif menjelaskan sejumlah obat herbal hasil riset BRIN saat ini masih berada pada tahap obat herbal terstandar (OHT). Untuk naik ke tingkat klasifikasi fitofarmaka, obat tersebut harus melalui berbagai uji, termasuk uji klinis yang kini sedang berlangsung.

BRIN, lanjut dia, akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mempercepat proses tersebut.

Dalam pertemuan itu, Arif juga melaporkan riset vaksin malaria. Presiden meminta riset tersebut dipercepat. BRIN kini memiliki empat kandidat vaksin malaria yang dikembangkan bersama Kementerian Kesehatan dan Bio Farma.