NADIKABAR.COM — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan lembaganya menyiapkan uji lapangan inovasi berbasis singkong dan Ammonium Polyphosphate (APP) sebagai bahan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Arif mengatakan BRIN telah memperoleh APP yang dibutuhkan dan melakukan pengujian di lokasi. Selanjutnya, inovasi tersebut disiapkan untuk memasuki tahap uji lapangan.
"Yang singkong itu harus ada APP-nya. Nah, APP itu kami sudah dapatkan, yang sudah diuji on-site. Kemarin, kami juga sudah laporkan bahwa bahan itu sudah siap untuk diuji di lapangan,” kata Arif di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
BRIN, lanjutnya, juga tengah melakukan riset untuk mengembangkan bahan substitusi APP. Upaya tersebut dilakukan karena sebagian kebutuhan APP masih bergantung pada produk impor.
"Justru itu yang APP yang kami dapatkan. Sekarang, kami sedang proses untuk mensubstitusi APP itu, karena APP sebagian bergantung pada impor," ujarnya.
Arif menyampaikan riset tersebut diarahkan agar Indonesia dapat memanfaatkan bahan yang bisa dihasilkan di dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap produk impor dapat dikurangi.
BRIN juga terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengembangkan inovasi teknologi modifikasi cuaca.
Arif mengatakan kolaborasi tersebut antara lain melibatkan TNI Angkatan Udara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Kementerian Perhubungan.
BRIN berharap pengembangan dan pengujian inovasi tersebut dapat mendorong pemanfaatan hasil riset dalam negeri untuk mendukung kebutuhan teknologi modifikasi cuaca serta pemadaman karhutla.