NADIKABAR.COM — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria membuka pintu untuk para industri yang ingin mengadopsi teknologi dan inovasi di berbagai bidang. Industri nantinya akan menjadi mitra BRIN dalam produksi dan memasarkannya kepada masyarakat.
"Siapa saja (industri) yang tertarik, bisa mendapatkan lisensi dari BRIN untuk memproduksi (inovasi/teknologi) secara massal, karena BRIN tidak punya kewenangan untuk memproduksi secara massal," ungkap Arif usai acara BRIN Goes To Industry 6 di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Sarwono Prawirohardjo BRIN, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Untuk memfasilitasi industri, pihaknya menghadirkan program BRIN Goes To Industry. BRIN to Industry diadakan dua kali setiap bulannya dan kini sudah mencapai gelaran keenam.
"Pertemuan ini penting, satu untuk sosialisasikan inovasi-inovasi di BRIN. Kemudian kedua, ini adalah tempat untuk business matching, karena kita berharap bahwa inovasi-inovasi BRIN ini bisa dilisensikan kepada sejumlah industri untuk diproduksi secara massal," urainya lebih lanjut.