Thomas mengatakan objek sampah antariksa tak bisa diprediksi kapan waktu jatuh ke bumi. Ia menyebut sampah antariksa negara manapun acak jatuhnya.
"Indonesia pernah kejatuhan objek sampah antariksa milik Uni Sovyet/Rusia, China, dan Amerika Serikat. Sampah antariksa milik negara mana pun acak jatuhnya, sebagian besar jatuh di lautan, hutan, dan gurun," tambah dia.
Sebelumnya, sebuah benda logam berukuran cukup besar kembali ditemukan di tengah perkebunan kelapa sawit Kawasan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Benda berwarna kuning pudar itu menarik perhatian warga karena punya bentuk menyerupai kubah dengan kabel serta sejumlah komponen logam.