"Pak Gubernur dan Pak Wagub menyampaikan bahwa yang utama adalah bagaimana pemerintah kota sampai dengan kelurahan itu bisa menggerakkan semua potensi yang ada di masyarakatnya," kata Sigit.
BSA hadir untuk menindaklanjuti arahan tersebut. Penilaian tidak berfokus pada perbandingan tingkat kemajuan antarkelurahan semata, melainkan menyasar kategori-kategori pembangunan dasar.
"BSA ini kan yang didorong tidak hanya sekadar komparatif dalam hal kemajuan sebuah wilayah kelurahan, tetapi pada hal-hal yang basis, soal kebersihan, kenyamanan, keindahan, bahkan ini ada teknologi-teknologi terapan yang bisa dilakukan oleh masyarakat di wilayah kelurahan," jelas Sigit.
Rangkaian kegiatan BSA sendiri telah dimulai sejak September 2026. Dari 52 peserta awal, dewan juri menyaring peserta menjadi 25 hingga kini mengerucut menjadi 10 finalis yang mengikuti penjurian presentasi.
Sepuluh kelurahan finalis tersebut adalah Kelurahan Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Pulau Panggang.
Pemenang ajang ini akan diumumkan pada Malam Puncak Benyamin S Award yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober mendatang.