NADIKABAR.COM — Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) sebagai garda terdepan penanganan insiden siber di instansi masing-masing, di Depok Jawa Barat, Selasa.

Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menegaskan keamanan siber dan persandian merupakan fondasi transformasi digital nasional sehingga pemerintahan digital harus dibangun secara aman, terpercaya, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Hal ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden mengenai pemerintahan incorporated, digitalisasi, dan karakter ancaman siber yang terus berkembang," kata Nugroho, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta.

Ia juga menekankan agar setiap TTIS mengidentifikasi aset secara menyeluruh beserta risiko dan ancamannya.

Nugroho mendorong seluruh TTIS untukmelindungi aset tersebut melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), penerapan standar keamanan khususnya penerapan prinsip security by design (keamanan sejak tahap perancangan) dan pelindungan berlapis (defense in depth), serta resilience by architecture (ketangguhan melalui arsitektur).

Dengan demikian, kata dia, pengukuhan tersebut merupakan awal dan bukan akhir. Ketika insiden benar-benar terjadi, kecepatan penanganan oleh TTIS menjadi kunci.