Perseroan juga mengintegrasikan program BTN Fashion Lab untuk mendukung pengembangan UMKM binaan di sektor fesyen. Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan desainer terpilih JFW. Dengan begitu, dapat mendorong inovasi produk, kreativitas, dan daya saing pelaku usaha.
"Melalui BTN Fashion Lab, BTN berupaya meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar bagi UMKM fesyen," kata Ramon.
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan bahwa kekayaan wastra, keberagaman budaya, kreativitas desainer, serta keterampilan pelaku usaha menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengembangkan produk fesyen yang berdaya saing.
Namun, potensi tersebut perlu ditopang akses pasar, jejaring bisnis, dan kesempatan untuk bertemu langsung dengan konsumen. Dengan begitu, kreativitas pelaku industri dapat berkembang menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Menurut Dyah, FashionLink sebagai platform ritel JFW berperan mempertemukan desainer dan merek fesyen dengan konsumen. Kehadiran platform tersebut juga membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.