Ia turut mengapresiasi dukungan BTN dalam pengembangan FashionLink selama beberapa tahun terakhir, termasuk melalui BTN Fashion Lab. Program ini mempertemukan pelaku UMKM dengan desainer untuk meningkatkan nilai tambah produk.

"Melalui FashionLink dan Dewi Luxe Market, kolaborasi ini diharapkan dapat membawa produk-produk lokal semakin dekat dengan pasar," kata Dyah.

Ia juga mengungkapkan peluang pengembangan industri fesyen nasional turut ditopang oleh besarnya pasar global.

Pada 2026, nilai pasar pakaian jadi dunia diproyeksikan mencapai sekitar 1,80 triliun dolar AS. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat daya saing dan memperluas penetrasi produk fesyen nasional.