“Keberhasilan Waste Station tidak cukup diukur dari berdirinya fasilitas atau terlaksananya peresmian pada hari ini. Keberhasilan sesungguhnya akan terlihat dari seberapa banyak masyarakat yang terlibat, seberapa besar sampah yang berhasil dikumpulkan secara terpilah dan didaur ulang, serta seberapa besar manfaat ekonomi dan lingkungan yang dihasilkan secara berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Saat ini, timbulan sampah di Banyumas mencapai sekitar 738 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 573 ton atau 77,76% telah terkelola, sedangkan sekitar 164 ton per hari masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Sadewo menjelaskan, Banyumas terus mendorong pengelolaan sampah dari hulu melalui pemilahan sejak rumah tangga, pemberdayaan kelompok swadaya masyarakat, serta penyediaan fasilitas pengolahan di tingkat desa dan kelurahan.

“Cara pandang kita terhadap sampah juga harus berubah. Sampah tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dikumpulkan, diangkut lalu dibuang,” kata Sadewo.

Ia berharap kehadiran Waste Station semakin mendorong partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari material yang masih dapat dimanfaatkan kembali.

“Mari kita jadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan Banyumas yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan,” pungkas Sadewo.