NADIKABAR.COM β€” Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Jawa Barat, menyebutkan belum ada laporan signifikan pascakebakaran hutan dan lahan pada Rabu (21/10) malam.

Kepala BTNGC Toni Anwar di Kuningan, Jumat, mengatakan sebagian besar area yang terbakar berupa semak belukar dan savana, sedangkan tegakan pohon pinus hanya terdampak pada sebagian kecil kawasan.

β€œSelain itu, lokasi kebakaran sebagian besar bukan merupakan habitat utama satwa prioritas,” katanya.

Toni menjelaskan karakteristik lahan terbuka memungkinkan satwa liar, menyelamatkan diri dengan bergerak menjauhi kobaran api menuju area yang lebih aman.

Sementara itu, pihaknya mendata luas kawasan TNGC yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 50-60 hektare berdasarkan pendataan awal.

Toni mengatakan tim gabungan masih memusatkan penanganan pada pemadaman api yang menghadapi kendala medan terjal, akses sulit, serta keterbatasan sumber air.

β€œAntisipasi kami masih fokus pada pemadaman. Kendala utama di lapangan adalah kondisi medan, akses menuju titik api, serta ketersediaan air,” ujarnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, BTNGC berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mendukung penanganan kebakaran secara terpadu di lapangan.

Toni mengapresiasi bantuan berbagai pihak, yang terlibat dalam penanganan kebakaran di kawasan konservasi tersebut.

Ia juga meminta dukungan masyarakat, agar proses pemadaman berjalan lancar dan kebakaran dapat segera dikendalikan.

β€œKami memohon dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar upaya pemadaman ini dapat berjalan lancar dan api segera teratasi,” ucap dia.

BTNGC masih memprioritaskan pemadaman kebakaran, sementara pemantauan terhadap kondisi kawasan terdampak diperlukan untuk mengetahui perkembangan penanganan dan dampaknya terhadap lingkungan.