NADIKABAR.COM — Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa (cadev) RI sebesar US$ 146,3 miliar atau sekitar Rp 2.617 triliun (asumsi kurs Rp 17.888) hingga akhir September 2026. Posisi tersebut menyusut dibandingkan akhir Agustus 2026 yang tercatat sebesar US$ 146,5 miliar atau sekitar Rp 2.618 triliun.
Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan perubahan posisi cadev ini dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo.
Selain itu, pergerakan posisi cadev ini juga dipengaruhi kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.