Kini misteri tersebut terjawab berkat kamera jarak jauh yang dipasang untuk serial National Geographic Africa: Earth's Wild Home. Rekamannya memperlihatkan buaya menunggu kesempatan sebelum menyambar kelelawar di dalam gua.

Matt Shirley, ahli ekologi konservasi yang telah meneliti populasi tersebut sekitar 15 tahun, mengatakan keberadaan manusia sebelumnya membuat buaya enggan menunjukkan perilaku alaminya. Karena itu, kamera jarak jauh menjadi kunci untuk merekam aksi berburu tersebut.

Keanehan buaya Gua Abanda tidak berhenti pada kebiasaannya memburu kelelawar. Sebagian individu memiliki kulit berwarna oranye, berbeda dari warna gelap buaya kerdil yang hidup di permukaan.

Penelitian sebelumnya menduga warna tersebut muncul akibat buaya terus-menerus berada di lingkungan yang dipenuhi kotoran kelelawar atau guano. Kondisi di dalam gua juga ekstrem, dengan lorong sempit dan genangan guano yang harus dilewati hewan tersebut.