NADIKABAR.COM β Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyatakan swasembada pangan tidak hanya menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga berperan dalam pengentasan kemiskinan melalui peningkatan produksi, pendapatan petani, dan ekonomi perdesaan.
βKeberhasilan sektor pertanian tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari kesejahteraan petaninya. Ketika produksi meningkat dan nilai tukar petani membaik, ini menjadi sinyal positif bahwa pembangunan pertanian memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,β kata Budiman terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Karena itu, dia mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mempercepat pencapaian swasembada beras nasional.
Target yang semula ditetapkan Presiden Prabowo Subianto dalam empat tahun berhasil direalisasikan dalam satu tahun, menjadi salah satu capaian penting pembangunan pertanian nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan Budiman dalam momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan percepatan pembangunan pertanian dapat dilakukan melalui kebijakan yang konsisten, peningkatan produksi dalam negeri, dan pelaksanaan arahan Presiden secara konkret.
βKita tahu target Pak Presiden untuk swasembada adalah empat tahun. Namun, Kementerian Pertanian di bawah Pak Amran berhasil mencapainya dalam waktu satu tahun. Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi,β ujar Budiman.
Ia menilai, keberhasilan swasembada beras memiliki arti strategis di tengah ancaman perubahan iklim, fenomena El Nino, dan ketidakpastian geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasok pangan global.