"Kementerian Kebudayaan sangat mendukung penguatan literasi sebagai bagian dari upaya merawat dan mengembangkan kebudayaan. Dan dukungan ini mencakup perluasan ruang bagi penulis dan karya dari berbagai daerah, penguatan kegiatan literasi berbasis komunitas, dan juga kerja sama agar karya Indonesia semakin mudah dijangkau, dikenal di tingkat internasional," jelas Fadli.

Selain itu, Fadli turut memaparkan program Kemenbud untuk memperkuat ekosistem buku dan sastra nasional. Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut mencakup enam pilar utama, yakni penciptaan dan generasi talenta sastra; penguatan komunitas dan festival buku; laboratorium penerjemahan bahasa asing; pengelolaan promosi dan hak cipta (intellectual property); pengembangan industri dan adaptasi media; serta perluasan akses pasar internasional.

IIBF 2026 yang diinisiasi oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026. Pameran tersebut juga menghadirkan lebih dari 70 peserta internasional dari 24 negara, serta lebih dari 50 diskusi publik dan partisipasi 200 narasumber.

Selain itu, IIBF 2026 turut memanjakan pengunjung dengan menghadirkan festival buku anak-anak dan beragam program kesastraan. Tak hanya pameran, gelaran ini juga menghadirkan forum Lit Connect sebagai wadah diskusi serta lokakarya bagi para pelaku industri penerbitan.