Dalam pembukaan Indonesia International Book Fair 2026 ini, hadir pula Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Staf Ahli Bidang Komunikasi Politik dan Kehumasan Kementerian Sekretariat Negara Sari Harjanti, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Adin Bondar, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Arys Hilman, Chairperson IIBF 2026 Comitee Wedha Stratesti Yudha, jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta tamu kehormatan dari negara-negara sahabat.

Hadir pula mendampingi Menteri Kebudayaan, di antaranya Sekretaris Jenderal Bambang Wibawarta, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, Inspektur Jenderal Fryda Lucyana, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya, Staf Khusus Menteri bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Annisa Rengganis, Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, serta Direktur Promosi Kebudayaan Wawan Yogaswara.

Menutup sambutannya, Fadli menegaskan amanat Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945 untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia. Melalui alokasi Dana Indonesia Raya serta kemitraan strategis bersama IKAPI dan para penerbit, kemenbud berkomitmen memfasilitasi kehadiran karya-karya terbaik Indonesia di panggung festival buku internasional mendatang.

"Indonesia International Book Fair 2026 memperlihatkan bahwa literasi merupakan bagian dari diplomasi budaya. Dan hadirnya mitra dari berbagai negara sahabat di Indonesia International Book Fair 2026 menunjukkan bahwa literasi Indonesia juga semakin diperhitungkan di tingkat global," pungkas Fadli.