KDMK menjadi salah satu instrumen Ditjen Bina Pemerintahan Desa dalam mendukung terwujudnya Pemerintahan Desa Berdampak serta percepatan penerapan Smart Village di Indonesia.
Program yang berlangsung pada 3-6 November 2026 itu diikuti 255 kepala desa terpilih dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Selama kegiatan, peserta mengikuti pembelajaran di kelas untuk meningkatkan kapasitas dalam mengembangkan potensi dan mendorong inovasi pembangunan desa.
Sejumlah materi yang diberikan antara lain pemetaan dan validasi potensi ekonomi desa, penentuan prioritas pembangunan, inovasi melalui pendekatan design thinking, penerapan ekonomi sirkular, administrasi digital desa, hingga penyusunan rencana pelaksanaan inovasi desa.
Melalui program tersebut, para kepala desa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh menjadi inovasi dan program pembangunan yang tepat sasaran, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.