Kondisi tersebut membuat karyawan Dumaria sempat berpikir untuk mundur. Mereka merasa tidak enak jika tetap menerima gaji sementara pemasukan rumah makan sedang minim.
"Pernah karyawan mau mundur. Nggak enak masa digaji padahal pendapatan cuma Rp 75.000. Langsung saya bilang nggak usah pikirin gaji," kata Dumaria.
Alih-alih menyerah, Dumaria memilih terus menjalankan usahanya. Dia percaya Mie Sop Amanda masih punya kesempatan untuk berkembang.
Dumaria sebenarnya sudah lama mencoba peruntungan di media sosial. Ia aktif membuat konten, salah satunya pernah melakukan siaran langsung sambil mukbang. Namun usahanya untuk viral tidak langsung membuahkan hasil.
"Dulu aku belajar gimana biar viral. Aku live apa aja, mukbang lah tapi belum pernah tuh viral," kata dia.
Dia kemudian mulai mengajak teman-teman yang datang untuk berfoto dan mengunggah pengalaman mereka di media sosial. Banyak orang yang ikut mendoakan agar Mie Sop Amanda suatu hari bisa viral.
"Tiap temenku datang ku ajak foto terus upload. Banyak yang ngaminin dan doain semoga viral, ya. Eh sekarang beneran. Pada bilang hebat kau ya," kata Dumaria.
Kini harapan tersebut perlahan menjadi kenyataan. Mie Sop Amanda semakin dikenal setelah banyak pengunjung ikut membagikan pengalaman mereka di media sosial. Dumaria pun semakin aktif meramaikan media sosial untuk memperkenalkan usahanya.
Meski media sosial ikut membantu memperkenalkan Mie Sop Amanda, Dumaria tak mau hanya mengandalkan momen viral. Menurutnya, pelanggan yang datang karena melihat konten di media sosial tetap harus mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan ekspektasi mereka.