Xiang telah diwawancarai oleh berbagai media besar China dan berkeliling ke sejumlah kampus ternama di sana untuk memberikan ceramah, termasuk di almamaternya, Universitas Peking yang bergengsi. Salah satu sesinya awal tahun ini bahkan disiarkan secara langsung karena auditorium sudah penuh sesak. Menurut media China, kini muncul ungkapan: 'Jika ragu, tanyakan saja pada Biao Xiang'.
Di Singapura, Xiang membahas tentang pengakuan yang dicari oleh anak muda di China saat ini. Mereka sering kali mengharapkan validasi dari berbagai sistem, mulai dari ujian kompetitif hingga pekerjaan yang menjamin stabilitas, dan menjadikan validasi tersebut sebagai tolok ukur harga diri, sebuah pola yang bisa sangat melelahkan sekaligus merusak mental.
Menurutnya, jauh lebih sehat untuk mencari makna dan pemahaman dari orang lain. Lalu, menggunakannya sebagai sarana untuk lebih memahami diri sendiri.
Hal itu menurutnya bukan solusi instan. Namun, di negara di mana ketidakpuasan bisa menjadi isu politik yang sensitif dan sangat disensor, dia adalah sosok publik langka yang berani membahas apa yang dia sebut sebagai 'titik nyeri zaman ini'.
"Semua orang tahu di mana letak masalahnya, tetapi mereka enggan melihatnya. Terkadang kenyataan itu terlalu menyakitkan untuk dihadapi, atau mereka tidak tahu caranya," ujarnya di Singapura.
"Namun, bagi seorang akademisi, hal itu tidak menakutkan jika kita bisa mendeskripsikannya-karena dengan begitu kita bisa menganalisis dan menanganinya," sambungnya.
Kini, dia tinggal di Jerman dan menjabat sebagai direktur Max Planck Institute for Social Anthropology serta meneliti perubahan sosial di China dan wilayah Asia lainnya. Xiang meyakini masyarakat China sedang berada di 'titik balik', di mana orang-orang mencari makna hidup sembari berupaya memahami perubahan sosial dan ekonomi yang berlangsung cepat.
Dia melihat adanya kontradiksi antara generasi muda yang merasa gamang di tengah negara yang kuat dan tegas dengan rasa kecewa meski telah terjadi kemajuan pesat. Menurutnya, hal itu membuat dirinya punya tugas untuk mengurai faktor-faktor pemicu hal tersebut.