Pemimpin China, Xi Jinping, juga mengakui hal ini dengan menyatakan bahwa 'kontradiksi utama' yang terjadi adalah antara kebutuhan rakyat yang terus meningkat akan kehidupan yang lebih baik dengan pembangunan yang tidak seimbang dan belum memadai. Xiang sendiri membuat istilah-istilah menarik untuk menggambarkan penyebab fenomena ini.
'Mengambang' adalah istilah yang dia gunakan untuk menggambarkan orang-orang yang bekerja tanpa henti demi bertahan hidup. Dia mengibaratkannya sebagai burung kolibri yang terus mengepakkan sayapnya agar tetap melayang di udara.
'Lingkungan terdekat' yang merujuk pada hal-hal yang berada tepat di sekeliling kita. Xiang berpendapat bahwa orang-orang terlalu sibuk memikirkan hal yang 'sangat dekat' dan hal yang 'sangat jauh', sementara ruang di antaranya-yaitu 'lingkungan terdekat' malah terabaikan.
Hal ini, menurutnya, membuat mereka merasa terputus dari lingkungan sekitarnya. Pandangan ini tampaknya sangat menggugah hati kaum muda yang sedang mencari jawaban.
Seorang pengguna di platform RedNote menulis, 'Ia secara konsisten memandang berbagai persoalan dari sudut pandang kelompok rentan, mengaitkan tekanan pribadi dengan faktor-faktor berskala makro, serta mendorong orang untuk menjalani hidup secara aktif-sungguh luar biasa'.
Yang lain berkata, 'Dia tidak pernah melontarkan kata-kata manis yang kosong dan sekadar menenangkan hati; sebaliknya, dia turun langsung untuk menghadapi dilema kehidupan nyata bersama-sama dengan kita'.
Zihan Han sendiri mengatakan kuncinya terletak pada kesediaan Xiang untuk berbicara secara terbuka mengenai hal-hal tersebut.
"Mereka yang pernah mengatakan hal serupa tidaklah sehebat Pak Xiang, sementara orang-orang yang sehebat dia justru tidak pernah mengatakan hal-hal seperti itu," ujarnya.