Nathaniel juga kembali membantah anggapan orang yang disebut dalam informasi yang beredar sebagai pelaku kekerasan terhadap korban adalah Betrand Peto.

"Nah, yang tersebar di media, orang lain itu adalah pelaku kekerasan terhadap dia (D). Tidak ada satupun narasi yang terhadap terkait ini (pelecehan ANW). Jadi semua narasi yang menganggap BP kekerasan ini saya bilang tidak benar. Orang lain yang melakukan kekerasan terhadap temannya. Tapi yang menjadi korban dari BP itu dia (ANW), pelecehan seksual, beda. Yang satu penganiayaan, yang satu pelecehan seksual," beber Nathaniel.

Disebut Terjadi di Tempat dan Waktu yang Sama

Kuasa hukum lain Monteri Marbun menjelaskan, pihaknya baru mengungkap adanya dua korban dan dua terlapor karena mempertimbangkan kondisi mental para klien. Menurutnya, korban disebut mengalami trauma akibat kejadian tersebut sehingga pihaknya berupaya menenangkan korban sebelum memberikan keterangan kepada media.

"Makanya dari itu kami, mengingat keadaan mental dari klien kita, kita juga mencoba untuk menenangkan klien kita," kata Monteri.

"Karena mungkin akibat trauma yang dialami oleh klien kita ketika kejadian tersebut. Itu kenapa makanya mungkin media sekarang baru tahu bahwasanya sebenarnya ada dua korban nih, dengan dua pelaku yang berbeda," sambungnya.

Monteri menyebut kedua perkara tersebut terjadi di satu tempat dan waktu yang sama.

"Dan tapi di satu tempat, dan di satu waktu yang sama, begitu," ujarnya.

Nathaniel berharap aparat kepolisian menindaklanjuti laporan tersebut. Dia juga meminta lembaga terkait memberikan perlindungan kepada para korban.

"Saya minta juga Komnas Perempuan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak ikut melindungi mereka, ikut turun, ikut ambil suara," pungkasnya.