Aksi tipu-tipu oknum Kades ini terbongkar secara utuh begitu korban tiba kembali di tanah air. Anak korban mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa program yang dijalaninya di China bukanlah program beasiswa S1 Kedokteran, melainkan sekadar program persiapan bahasa selama satu tahun.
Status kepastian kuliah kedokteran baru bisa diperoleh apabila korban mampu lulus ujian HSK4 terlebih dahulu. Sementara itu, seluruh dana pembayaran tiket penerbangan dan operasional yang telah ditransfer korban justru ditilep dan digunakan tersangka untuk kepentingan pribadinya.
Kasus penipuan ini telah ditangani oleh Polresta Malang Kota. Tersangka AS-oknum Kades asal Banyuwangi-resmi ditahan dan dijerat pasal penipuan dan penggelapan KUHP setelah terbukti menipu korban berinisial IYW hingga merugi ratusan juta rupiah melalui brosur program "Kuliah Hebat" PT Indo Universia Multinasional.