Menariknya, ketika para peneliti mencocokkan kode genetik sel T milik para lansia tersebut dengan data medis global, hasilnya sangat mengejutkan. Karakteristik sel tersebut cocok dengan sel imun yang biasa melawan penyakit kronis seperti kanker paru-paru, payudara, hingga kanker hati.
Padahal, tidak ada satu pun lansia supercentenarian dalam studi ini yang terdiagnosis mengidap jenis kanker tersebut. Peneliti menduga, sel T ini diam-diam bekerja ekstra keras sejak awal untuk membasmi sel-sel abnormal sebelum berkembang menjadi tumor ganas.
"Seiring bertambahnya usia, sel abnormal seperti sel senesen (penuaan) dan sel kanker memang makin banyak muncul. Temuan kami menunjukkan bahwa adaptasi sistem imun terhadap perubahan inilah yang membantu mereka mencapai umur panjang yang luar biasa," tutup Hashimoto.