Waktu tempuh pun relatif singkat. Wahana Venera 1 pernah mencapai Venus dalam 97 hari, sementara Venus Express milik ESA membutuhkan 153 hari. Meski durasi perjalanan tetap bergantung pada desain misi dan energi, kedekatan posisi Venus tetap menjadi nilai tambah.

Aspek lain yang sangat krusial adalah gravitasi. Mars hanya memiliki gravitasi sekitar 38 persen dari Bumi, yang berisiko bagi kesehatan manusia dalam jangka panjang. Sebaliknya, gravitasi Venus mencapai 90 persen dari gravitasi Bumi, menjadikannya lingkungan yang jauh lebih ideal bagi tubuh manusia.

Namun, Venus bukan tanpa hambatan. Habitat terapung harus mampu menghadapi angin atmosfer yang bergerak sangat cepat, mencapai 210 hingga 370 kilometer per jam di ketinggian yang dianggap aman. Ancaman korosi dari asam sulfat juga menuntut material bangunan yang sangat tahan lama.

Persoalan logistik pun menjadi tantangan besar. Manusia harus memikirkan cara memproduksi makanan, mendaur ulang air, menghasilkan listrik, hingga melakukan perbaikan struktur di lingkungan yang terisolasi.

Mars memang memiliki permukaan yang bisa dipijak, namun atmosfernya yang tipis tidak mampu melindungi manusia dari radiasi berbahaya. Suhu dingin yang ekstrem dan tanah yang mengandung zat kimia berbahaya juga menyulitkan sistem pertanian di sana.