Perbedaan mendasar tim redaksi kedua planet ini terletak pada cara adaptasi manusia. Di Mars, manusia harus bertahan di permukaan yang dingin dan terpapar radiasi. Di Venus, manusia harus membangun kehidupan di langit.
Bagi Carpineti, tantangan teknis ini justru menjadi peluang untuk memajukan teknologi di Bumi. "Kita perlu mencari solusinya sekarang dan di sini, di Bumi," tulisnya.
Teknologi untuk bertahan di Venus, seperti sistem daur ulang energi dan struktur tahan angin ekstrem, dapat diterapkan untuk mengatasi masalah lingkungan di planet kita sendiri.
Hingga saat ini, belum ada konsensus ilmiah yang menempatkan Venus di atas Mars sebagai prioritas kolonisasi. Mars tetap menjadi target utama karena akses permukaannya yang lebih mudah dipelajari. Namun, wacana tentang Venus memberikan perspektif baru bahwa rumah masa depan manusia tidak harus selalu berada di atas tanah, melainkan bisa saja melayang di tim redaksi awan yang ekstrem.
Artikel ini sudah tayang di NadiKabar, selengkapnya di sini