Usulan tersebut ditolak secara luas oleh hampir seluruh kalangan politik mapan. Jajak pendapat menunjukkan bahwa sebagian besar pemilih akan mengambil sikap serupa.
Di sisi lain, Moskow, yang sebelumnya mengecam keras Swiss karena bergabung dengan sanksi Uni Eropa dan menuduh Bern meninggalkan prinsip netralitasnya, justru memuji inisiatif tersebut. Usulan tersebut menuntut agar konstitusi menjamin netralitas Swiss bersifat 'bersenjata dan abadi'.
Hal ini akan mencegah Swiss, yang netralitasnya telah ada sejak tahun 1516 dan diakui secara internasional sejak 1815, untuk menjalin hubungan lebih erat dengan NATO dan melarang pembentukan aliansi militer apa pun kecuali jika negara tersebut diserang. Selain itu, usulan ini juga melarang penerapan sanksi apa pun kecuali jika diperintahkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Semua pihak yang terlibat dalam perdebatan ini menyatakan bahwa mereka ingin mempertahankan netralitas Swiss. Baik pemerintah maupun parlemen Swiss telah menolak usulan tersebut dengan alasan bahwa usulan itu terlalu dogmatis dan akan membatasi ruang gerak negara di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
"Netralitas selama ini selalu diterapkan dengan tingkat fleksibilitas tertentu," ujar Menteri Luar Negeri Swiss, Ignazio Cassis, dalam sebuah debat yang disiarkan televisi baru-baru ini.