Meskipun Swiss tidak berencana mencabut larangan penjualan senjata ke negara-negara yang sedang berkonflik, termasuk Ukraina, dia menegaskan bahwa 'netralitas bukan berarti sikap acuh tak acuh'.
Dia menyatakan negara tersebut 'tidak akan berpaling saat melihat pelanggaran terhadap aturan internasional yang justru memungkinkan kita hidup dalam damai'. Hampir semua partai politik besar juga menolak inisiatif tersebut, kecuali Partai Rakyat Swiss (SVP) yang berhaluan kanan keras dan merupakan partai terbesar di negara itu.
"Tujuan kami adalah mendorong perdamaian, diplomasi, dan dialog. Untuk mencapainya, kita harus menjaga kredibilitas melalui netralitas bersenjata yang abadi," ujar Wakil Presiden SVP, Celine Amaudruz, dalam sebuah debat yang disiarkan televisi.
Meskipun jajak pendapat awal mengindikasikan hasil pemungutan suara mungkin akan berlangsung ketat, dua survei terakhir menunjukkan bahwa mayoritas pemilih, jauh di atas 60%, akan menolak inisiatif tersebut. Jajak pendapat juga memperkirakan para pemilih akan menolak inisiatif nasional lainnya yang turut disertakan dalam pemungutan suara hari Minggu ini; inisiatif yang diajukan oleh gerakan warga non-partisan tersebut menuntut peningkatan tingkat swasembada pangan negara menjadi 70%, naik dari 42% pada tahun 2024.
Pemerintah telah memperingatkan bahwa target tersebut sulit, bahkan mungkin mustahil, untuk dicapai, sementara sebagian besar partai besar juga menolaknya karena dianggap tidak realistis. Tempat pemungutan suara akan ditutup paling lambat pukul 12.00 siang waktu setempat.