Sementara itu, tujuh lokasi lainnya masuk dalam tahap IIb yang tersebar di Papua, Kepulauan Riau (Kepri), dan Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini masih dalam proses pembangunan.

Lebih lanjut, perbedaan progres tersebut menunjukkan penyediaan fasilitas pendidikan juga membutuhkan pemeriksaan dan koordinasi sebelum bangunan digunakan sepenuhnya. Pemerintah pun menekankan pentingnya kesesuaian antara laporan pembangunan dan kondisi sebenarnya di lapangan.

Fasilitas Pendukung untuk Kegiatan Belajar

Selain bangunan, dukungan fasilitas di dalam sekolah turut menjadi perhatian. Pemanfaatan teknologi, misalnya, dapat membantu guru menyampaikan materi pelajaran dengan cara yang lebih interaktif.

Kemensos bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memanfaatkan hasil penelitian dan inovasi teknologi dalam mendukung operasional Sekolah Rakyat.

Melansir Antara, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan kerja sama tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki penyelenggaraan program, termasuk melalui pemanfaatan inovasi buatan dalam negeri.

"Intinya bahwa kami sangat membutuhkan dukungan dari BRIN dalam rangka menyempurnakan dan memperbaiki tata kelola penyelenggaraan Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul.

Adapun kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan teknologi pengolahan sampah, penyediaan air bersih di sekitar 14 lokasi Sekolah Rakyat, serta pengembangan produk sepatu lokal berbahan dasar karet untuk mendukung kegiatan siswa.