BRIN juga akan melakukan riset dan evaluasi terhadap proses pembelajaran. Langkah ini diharapkan dapat membantu penyempurnaan kualitas pendidikan agar semakin sesuai dengan kebutuhan siswa.

Penyediaan gedung permanen menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kemensos menargetkan pembangunan 500 gedung permanen Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Gus Ipul menyebut pembangunan tersebut diarahkan agar setiap kabupaten dan kota memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat yang menyediakan fasilitas pendidikan jenjang SD, SMP, hingga SMA.

"Jadi sekurang-kurangnya dalam 3 tahun, 4 tahun ke depan, ada 500 gedung permanen seperti ini di seluruh Indonesia yang bisa menampung lebih dari satu juta siswa," kata Gus Ipul,

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan gedung membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan untuk ruang belajar dan fasilitas penunjang lainnya.

Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Sebab, keberadaan gedung yang memadai perlu didukung proses pendidikan yang membantu siswa mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.

Peresmian 100 Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan sarana pendidikan bagi masyarakat. Melalui penyediaan fasilitas yang sesuai kebutuhan, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang mendukung kegiatan siswa sehari-hari.

Rangkaian kegiatan Peresmian 100 Sekolah Rakyat dijadwalkan berlangsung di Makassar pada 28 Oktober 2026. Masyarakat juga dapat mengikuti kegiatan tersebut melalui siaran langsung di NadiKabar.