NADIKABAR.COM — Gedung sekolah bukan hanya tempat siswa mengikuti pelajaran. Ruang belajar yang memadai, fasilitas pendukung, dan bangunan yang aman juga menjadi bagian penting untuk menunjang kegiatan belajar sehari-hari.
Hal tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam pengembangan Sekolah Rakyat, program pendidikan yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain membuka akses pendidikan, pemerintah menyiapkan gedung permanen agar kegiatan belajar dapat berlangsung dengan dukungan fasilitas yang sesuai kebutuhan siswa.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kuswara menegaskan pembangunan sekolah perlu memperhatikan kualitas bangunan dan keselamatan penghuninya.
"Pembangunan Sekolah Rakyat harus mengutamakan kualitas konstruksi dan keselamatan bangunan," ujar Kuswara dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Minggu (25/10/2026).
Menurut Kuswara, desain bangunan juga perlu disesuaikan dengan kondisi lahan, karakteristik daerah, dan jumlah penghuni. Dengan begitu, fasilitas yang tersedia dapat mendukung kebutuhan sekolah di masing-masing wilayah.
Pembangunan gedung sekolah tidak berhenti ketika pekerjaan konstruksi selesai. Sebelum digunakan, kondisi bangunan dan fasilitasnya juga perlu diperiksa untuk memastikan semuanya memenuhi persyaratan.
Kementerian PU bersama Kementerian Sosial (Kemensos) pun memperkuat koordinasi terkait penyelesaian pembangunan dan kesiapan operasional Sekolah Rakyat. Pembahasan ini mencakup perkembangan konstruksi, kelengkapan fasilitas, hasil pemeriksaan fungsi bangunan, hingga proses serah terima.
Diketahui, sebagian besar pembangunan Sekolah Rakyat tahap IIa di 93 lokasi telah mencapai 100%. Fasilitas di lokasi tersebut juga telah dimanfaatkan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), meski sejumlah lokasi masih menjalani penyelesaian akhir.
Sementara itu, tujuh lokasi lainnya masuk dalam tahap IIb yang tersebar di Papua, Kepulauan Riau (Kepri), dan Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini masih dalam proses pembangunan.
Lebih lanjut, perbedaan progres tersebut menunjukkan penyediaan fasilitas pendidikan juga membutuhkan pemeriksaan dan koordinasi sebelum bangunan digunakan sepenuhnya. Pemerintah pun menekankan pentingnya kesesuaian antara laporan pembangunan dan kondisi sebenarnya di lapangan.
Fasilitas Pendukung untuk Kegiatan Belajar
Selain bangunan, dukungan fasilitas di dalam sekolah turut menjadi perhatian. Pemanfaatan teknologi, misalnya, dapat membantu guru menyampaikan materi pelajaran dengan cara yang lebih interaktif.
Kemensos bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memanfaatkan hasil penelitian dan inovasi teknologi dalam mendukung operasional Sekolah Rakyat.
Melansir Antara, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan kerja sama tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki penyelenggaraan program, termasuk melalui pemanfaatan inovasi buatan dalam negeri.
"Intinya bahwa kami sangat membutuhkan dukungan dari BRIN dalam rangka menyempurnakan dan memperbaiki tata kelola penyelenggaraan Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul.
Adapun kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan teknologi pengolahan sampah, penyediaan air bersih di sekitar 14 lokasi Sekolah Rakyat, serta pengembangan produk sepatu lokal berbahan dasar karet untuk mendukung kegiatan siswa.
BRIN juga akan melakukan riset dan evaluasi terhadap proses pembelajaran. Langkah ini diharapkan dapat membantu penyempurnaan kualitas pendidikan agar semakin sesuai dengan kebutuhan siswa.
Penyediaan gedung permanen menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kemensos menargetkan pembangunan 500 gedung permanen Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Gus Ipul menyebut pembangunan tersebut diarahkan agar setiap kabupaten dan kota memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat yang menyediakan fasilitas pendidikan jenjang SD, SMP, hingga SMA.
"Jadi sekurang-kurangnya dalam 3 tahun, 4 tahun ke depan, ada 500 gedung permanen seperti ini di seluruh Indonesia yang bisa menampung lebih dari satu juta siswa," kata Gus Ipul,
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan gedung membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan untuk ruang belajar dan fasilitas penunjang lainnya.
Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Sebab, keberadaan gedung yang memadai perlu didukung proses pendidikan yang membantu siswa mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.
Peresmian 100 Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan sarana pendidikan bagi masyarakat. Melalui penyediaan fasilitas yang sesuai kebutuhan, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang mendukung kegiatan siswa sehari-hari.
Rangkaian kegiatan Peresmian 100 Sekolah Rakyat dijadwalkan berlangsung di Makassar pada 28 Oktober 2026. Masyarakat juga dapat mengikuti kegiatan tersebut melalui siaran langsung di NadiKabar.