NADIKABAR.COM β Pemimpin Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten Taufan Akib menegaskan Bulog mendukung penuh penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai saluran distribusi pangan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kami mendukung penuh penggerakan ekonomi kerakyatan, melalui penyediaan pasokan bahan pangan, khususnya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam operasional koperasi tersebut," kata Taufan di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan sinergi dan koordinasi merupakan kunci keberhasilan program penguatan ekonomi kerakyatan melalui program pengoperasian Koperasi Desa/ Koperasi Merah Putih (KD/KMP)
"Penguatan koordinasi guna kelancaran proses pemesanan, pengiriman, dan pelayanan dapat berjalan dengan efektif dan efisien," ujar Taufan.
Sebelumnya, Sekretaris Utama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Wahyu Kuncoro bersama dengan Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Dhana Putra Prasetya mengunjungi sejumlah Koperasi Kelurahan/Koperasi Merah Putih (KK/KMP) di wilayah DKI Jakarta pada Kamis (15/10), di antaranya KMP Cakung Timur, Cipedak, dan Bintaro.
"Kunjungan ini adalah bentuk komitmen BP BUMN dalam mendukung operasional KD/KMP, khususnya dalam menyuplai stok kebutuhan bahan pangan. Bersama Perum Bulog, kami ingin memastikan kebutuhan stok di KD/KMP cukup," ungkap Wahyu.
Selain melihat aktivitas di KD/KMP, kunjungan tersebut juga dilakukan dalam rangka mengidentifikasi dukungan-dukungan lainnya untuk memperkuat KD/KMP ke depan, sebagai salah satu motor penggerak ekonomi berbasis kerakyatan.
"Identifikasi kebutuhan dukungan terhadap koperasi (KK/KMP), terutama yang bisa disinergikan dengan BUMN di bawah pengaturan BP BUMN, tentu akan sangat membantu, dan diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi keberlangsungan KK/KMP," tutur Wahyu.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Dhana Putra Prasetya mengatakan Perum Bulog sebagai BUMN Pangan, berkontribusi dalam penyediaan beras SPHP di 107 titik KD/KMP.
Dia menyebutkan beras SPHP yang telah disuplai ke KD/KMP, tersebar di tujuh provinsi, yakni 47 di Jawa Tengah, 42 di Jawa Timur, lima titik di Lampung, empat titik di DKI Jakarta. tiga titik di Jawa Barat, empat titik di Sumatera Selatan, dan satu titik di Banten.
"Volume yang telah kami suplai ke KD/KMP mencapai 53.500 kilogram, setara dengan 10.700 kemasan, dengan masing-masing seberat 5 kilogram, yang telah terealisasi 100 persen," papar Dhana.
Ke depannya, kata dia, Bulog akan memperluas jaringan pemenuhan kebutuhan suplai beras SPHP ke 1.250 titik KD/KMP. Secara bertahap, target perluasan jaringan akan menjangkau hingga 8.000 titik.
Dia menyebutkan perluasan itu dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan operasional koperasi dan ketersediaan infrastruktur pendukung, yang akan membutuhkan dukungan kebijakan penugasan dari Pemerintah.
βDengan perluasan jaringan ini, diharapkan distribusi pangan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui KD/KMP dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan,β imbuh Dhana.
Bulog, sambung dia, berkomitmen secara intens berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, PT Agrinas Pangan Nusantara, pemangku kebijakan pada Pemerintahan Daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya guna memastikan kelancaran pasokan dan distribusi.
Menurut dia, sinergi itu tidak hanya menjadi bagian dalam penguatan KD/KMP sebagai jaringan distribusi kebutuhan pangan, tetapi juga bagian penting penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi yang diselaraskan dengan program-program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
βPerum Bulog mendukung dan berkomitmen penuh untuk menjadi mitra strategis KD/KMP untuk menghadirkan pelayanan pangan yang semakin terjangkau bagi masyarakat, baik dari sisi stabilitas ketersediaan, kemudahan akses, dan stabilitas harga,β tegas Dhana.