Lebih lanjut dia juga mengatakan, guna menjamin Program RPK dapat berkelanjutan, pihaknya terus melakukan monitoring, selain dalam kegiatan tersebut pelaku UMKM juga diberikan ilmu, pengalaman serta berbagai hal yang dibutuhkan dalam usaha tersebut.
"Kita juga membantu memberikan apa yang mereka butuhkan. Jadi setelah kita beri modal, tidak kita tinggalkan begitu saja. Teman-teman dari Bulog bersama Pemkot tentu memberikan akses informasi maupun hal lain penting yang dibutuhkan supaya mereka bisa terus bertahan," katanya.
Perum Bulog berharap adanya RPK yang dikelola UMKM disabilitas Yogyakarta tersebut bisa berkembang dan bahkan bisa menjadi 'pilot project' yang bagus untuk kemudian bisa disebarluaskan di berbagai daerah di Indonesia.
"Harapannya bisa menjadi contoh yang bagus, dan tentu di daerah-daerah lain, teman-teman kita para penyandang disabilitas itu bisa sangat berdaya untuk membantu perekonomian di masyarakat," katanya.