NADIKABAR.COM β Perum Bulog Jatim menyumbang hampir 25 persen pengadaan beras nasional yakni sebesar 978.284 ton setara beras atau 110,68 persen dari target yang ditetapkan oleh perusahaan.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jatim Langgeng Wisnu A dalam keterangan di Surabaya, Jumat menyampaikan capaian impresif ini makin mempertegas posisi strategis Provinsi Jawa Timur sebagai lumbung pangan utama nasional.
"Penyerapan gabah atau beras petani yang masif di wilayah ini membuktikan bahwa potensi pertanian Jawa Timur terus menjadi tulang punggung utama dalam menyokong ketersediaan dan stabilitas pasokan beras di seluruh penjuru Tanah Air," katanya.
Ia mengatakan, rekor pengadaan gabah ini semakin memperkuat posisi Bulog dalam menjalankan peran strategisnya melalui tiga pilar ketahanan pangan nasional, yakni menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.
"Dengan capaian 110,68 persen dari target 2026, Perum Bulog akan terus menjaga momentum penyerapan hingga akhir tahun," katanya.
Secara nasional Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) telah mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan Pemerintah sebesar 4 juta ton.
Capaian lebih dari 4 juta ton tersebut melampaui realisasi Tahun 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras dan jauh berada di atas capaian pengadaan pada tahun-tahun sebelumnya.
βCapaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang Bulog berdiri, ini bukan sekadar angka," katanya.