Pada 2026, pemerintah menargetkan pengadaan jagung sebanyak satu juta ton. Dari target tersebut, Bulog Kediri telah menyerap 8.577.200 kilogram atau sekitar 8.577 ton jagung, setara 94,51 persen dari target pengadaan cabang sebesar 9.075.540 kilogram.

Di sisi distribusi, Bulog juga mengoptimalkan pemerataan stok melalui mekanisme movement nasional (movenas), yakni pergerakan stok antarwilayah untuk memenuhi kebutuhan daerah yang memerlukan pasokan.

Harisun menyebut, distribusi melalui mekanisme tersebut difokuskan untuk mendukung kebutuhan jagung di Jawa Timur, Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pihaknya juga menyatakan stok jagung yang dikuasai perusahaan masih mencukupi dan siap disalurkan ke daerah yang membutuhkan.

"Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan jagung untuk pakan ternak serta mengurangi risiko kelangkaan pasokan bagi peternak," kata Harisun.