NADIKABAR.COM — Perum Bulog melampaui target serapan beras dalam negeri 2026 mencapai 4,25 juta ton setara beras berkat sinergi petani, petugas lapangan dan pemangku kepentingan pangan.

"Keberhasilan penyerapan tidak terlepas dari koordinasi intensif antara Bulog dan para pemangku kepentingan pertanian," kata Wakil Pemimpin Cabang Perum Bulog Semarang Kurnia Pradipta dalam kunjungan media terkait penyerapan 4 juta ton setara beras Perum Bulog di Kendal, Jawa Tengah, Kamis.

Menurutnya, petani dan Gapoktan berperan memberikan informasi mengenai kesiapan panen, sementara penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Babinsa membantu menghubungkan petani dengan petugas Bulog serta menyampaikan informasi mengenai potensi panen di wilayah masing-masing.

Selain itu, dukungan Dinas Pertanian setempat turut memperkuat koordinasi agar proses penyerapan dapat berjalan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

"Sejak awal tahun kami sudah melakukan sosialisasi dan membangun koordinasi dengan dinas pertanian, PPL, serta Babinsa. Ketika ada informasi petani akan panen, Tim Jemput Pangan Bulog langsung berkoordinasi dan turun ke lokasi," ujarnya.

Kurnia mengaku pihaknya menyiapkan armada, petugas pemeriksa kualitas, hingga mekanisme pembayaran agar proses penyerapan dapat berjalan lancar dan memudahkan petani.

Perum Bulog berhasil melampaui target penyerapan gabah setara beras dalam negeri sebesar 4 juta ton pada 2026. Hingga 28 Oktober 2026, realisasi penyerapan nasional mencapai 4.25 juta ton setara beras atau 106 persen dari target.

Pencapaian itu merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan), Tim Jemput Pangan Bulog, PPL, Bintara Pembina Desa (Babinsa), hingga dinas pertanian setempat yang bersinergi mengawal penyerapan hasil panen di berbagai wilayah Indonesia.

Kolaborasi tersebut terlihat dalam kegiatan penyerapan gabah salah satunya di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, ketika Tim Jemput Pangan Bulog mendatangi langsung area persawahan untuk melakukan pembelian, pemeriksaan dan penimbangan gabah petani.