NADIKABAR.COM — Perum Bulog memastikan tetap menyerap gabah dan beras petani tanpa menetapkan batas tambahan volume pengadaan, meskipun realisasi penyerapan tahun 2026 telah melampaui target nasional sebesar empat juta ton setara beras.
"Tidak ada. Tidak ada batasan," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani seusai mengikuti rapat koordinasi terbatas, di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu, ketika ditanya mengenai batas penyerapan gabah dan beras.
Rizal mengatakan Bulog tetap menjalankan penugasan pembelian hasil panen petani sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Pangan, dan Menteri Pertanian meskipun target pengadaan telah terpenuhi.
"Selama masyarakat para petani panen, Bulog diperintahkan tetap menyerap. Walaupun sudah mencapai target 100 persen, 4 juta ton," ujarnya.
Menurut dia, keberlanjutan penyerapan bertujuan memastikan petani tetap memiliki kesempatan menjual hasil panen meskipun Bulog telah melampaui target pengadaan yang ditetapkan pemerintah.
Rizal menyebutkan realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri hingga Rabu (14/10) telah mencapai sekitar 4,13 juta ton setara beras.