NADIKABAR.COM — Perum Bulog memastikan tetap menyerap gabah dan beras petani tanpa menetapkan batas tambahan volume pengadaan, meskipun realisasi penyerapan tahun 2026 telah melampaui target nasional sebesar empat juta ton setara beras.

"Tidak ada. Tidak ada batasan," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani seusai mengikuti rapat koordinasi terbatas, di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu, ketika ditanya mengenai batas penyerapan gabah dan beras.

Rizal mengatakan Bulog tetap menjalankan penugasan pembelian hasil panen petani sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Pangan, dan Menteri Pertanian meskipun target pengadaan telah terpenuhi.

"Selama masyarakat para petani panen, Bulog diperintahkan tetap menyerap. Walaupun sudah mencapai target 100 persen, 4 juta ton," ujarnya.

Menurut dia, keberlanjutan penyerapan bertujuan memastikan petani tetap memiliki kesempatan menjual hasil panen meskipun Bulog telah melampaui target pengadaan yang ditetapkan pemerintah.

Rizal menyebutkan realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri hingga Rabu (14/10) telah mencapai sekitar 4,13 juta ton setara beras.

Ia menegaskan tercapainya target pengadaan bukan alasan bagi Bulog untuk menghentikan pembelian hasil produksi petani, terutama ketika kegiatan panen masih berlangsung di berbagai daerah.

"Jadi tetap kita harus lindungi para petani kita," ujar dia.

Terkait kesiapan pendanaan untuk melanjutkan pengadaan, Rizal menyatakan pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran bagi Bulog.

"Anggarannya sih ya disiapkan oleh pemerintah. Disiapkan, aman," katanya lagi.

Berdasarkan laporan resmi Bulog pada Senin (12/10), realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri hingga 11 Oktober 2026 mencapai 4.131.492 ton setara beras atau 103,29 persen dari target nasional sebanyak empat juta ton.

Capaian tersebut melampaui pengadaan sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 3.191.969 ton setara beras, sekaligus menjadi realisasi pengadaan tertinggi sepanjang sejarah Bulog.

Keberlanjutan penyerapan juga tercermin di tingkat daerah. Bulog Kantor Cabang Bandung melaporkan pengadaan sebanyak 84.653 ton gabah kering panen (GKP) hingga 12 Oktober 2026, atau sekitar 117 persen dari target wilayah sebesar 72.147 ton.

Pimpinan Bulog Kantor Cabang Bandung Yanto Nurdianto pada Selasa (13/10) menyatakan penyerapan gabah di wilayah kerjanya tetap dilanjutkan hingga akhir tahun meskipun realisasi pengadaan telah melampaui target tahunan.

Penugasan pengadaan gabah dan beras dalam negeri pada 2026 mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 yang menetapkan target empat juta ton setara beras untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Dalam kebijakan tersebut, pemerintah juga menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani sebagai instrumen perlindungan harga hasil panen.