Dia mengatakan, pihaknya bakal terus berkoordinasi dengan pemerintah, Bapanas, BUMN pangan, serta koperasi peternak untuk memastikan penyaluran jagung SPHP berjalan transparan, sesuai ketentuan, dan tepat sasaran.
βMelalui program tersebut, diharapkan biaya produksi peternak ayam petelur mikro dapat lebih terkendali sehingga usaha mereka tetap berkelanjutan dan pasokan telur bagi masyarakat terjaga,β ujarnya.
Sebelumnya, telah dilakukan kegiatan Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro di Kelurahan Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (5/11).