NADIKABAR.COM — Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Papua telah menyalurkan 179,70 ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna mendukung peternak ayam petelur skala mikro di wilayah Papua.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Papua, Chairul Mazhar, di Jayapura, Jumat, mengatakan realisasi tersebut mencapai 72,34 persen dari pagu penyaluran tahap kedua yang ditetapkan sebesar 248,40 ton.

“Sampai dengan 5 November 2026 kami telah menyalurkan jagung SPHP sebesar 248,40 ton,” katanya.

Menurut Chairul, program SPHP jagung merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk membantu peternak mikro mendapatkan bahan baku pakan dengan harga terjangkau sehingga keberlangsungan usaha mereka tetap terjaga.

“Melalui program tersebut, kami menyediakan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog bagi peternak mikro sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Dia menjelaskan dengan dukungan terhadap ketersediaan jagung maka harga menjadi terjangkau penting karena pakan merupakan salah satu komponen utama dalam biaya produksi usaha ayam petelur.

“Penyaluran jagung SPHP tersebut merupakan bagian dari sinergi pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, dan BUMN pangan dalam memperkuat ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya bakal terus berkoordinasi dengan pemerintah, Bapanas, BUMN pangan, serta koperasi peternak untuk memastikan penyaluran jagung SPHP berjalan transparan, sesuai ketentuan, dan tepat sasaran.

“Melalui program tersebut, diharapkan biaya produksi peternak ayam petelur mikro dapat lebih terkendali sehingga usaha mereka tetap berkelanjutan dan pasokan telur bagi masyarakat terjaga,” ujarnya.

Sebelumnya, telah dilakukan kegiatan Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro di Kelurahan Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (5/11).