Menurut dia, setelah memperoleh informasi panen, Tim Jemput Gabah Bulog segera menyiapkan petugas, armada pengangkut, serta kebutuhan teknis untuk mendukung kelancaran penyerapan gabah.
Dalam pelaksanaannya, ia mengatakan Tim Jemput Gabah mendatangi lahan petani yang memasuki masa panen untuk melakukan pemeriksaan, penimbangan, dan pembelian gabah.
Proses penyerapan dilakukan dengan melibatkan petugas pemeriksa kualitas Bulog agar gabah yang diterima sesuai ketentuan serta tercatat secara tertib dan transparan.
Ia menjelaskan keberadaan Tim Jemput Gabah membuat petani tidak perlu mencari pembeli karena Bulog hadir langsung menyerap hasil produksi di lokasi panen.
Selain mempercepat penyerapan, pola jemput gabah juga memperkuat hubungan Bulog dengan petani melalui komunikasi yang lebih dekat dan koordinasi berkelanjutan.