Pihaknya meminta BUMN memperkuat akses masyarakat miskin terhadap pekerjaan melalui program magang, pelatihan keterampilan, dan perekrutan tenaga kerja, termasuk bagi lulusan SMA/SMK.
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan dan meningkatkan taraf hidup.
"Orientasi pemberdayaan harus jelas, yaitu mendorong masyarakat naik kelas dan mandiri. Karena itu, kita perlu memperbanyak kesempatan kerja, termasuk melalui program cash for work atau padat karya tunai yang memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat," kata Muhaimin Iskandar.
Ia juga mendorong pemanfaatan CSR BUMN untuk menjalankan program padat karya produktif di perdesaan.