"Sudah, begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan, kepala dapurnya dicopot," kata Trenggono.

Dalam kesempatan tersebut, Trenggono menyebut BGN terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG. Evaluasi mencakup tata kelola hingga kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).

"Tadi kan sudah disampaikan bahwa kita terus memperbaiki tata kelola. Kita terus memperbaiki, mengevaluasi apa kekurangannya. Tetapi secara SOP dan sebagainya sudah sesuai ya, yang keracunan rata-rata ketidakpatuhan terhadap SOP itu yang perlu digaris bawahi ya," tuturnya.

Trenggono juga mengatakan dirinya akan meninjau langsung dapur SPPG yang terdampak kasus tersebut.

"Nanti setelah salat Jumat saya akan ke dapur yang terdampak ini. Kalau tadi kan salah satu dapur contoh yang bisa dilihat tadi memang sudah secara umum sudah cukup baik. Hanya ada beberapa koreksi atau evaluasi yang nanti akan dipenuhi oleh mitra," pungkasnya.

BGN juga menyampaikan permohonan maaf atas kasus keracunan yang berdampak terhadap ratusan santri dan pelajar di Sidoarjo.

Trenggono mengatakan, pemerintah pusat meminta maaf kepada para korban dan pihak Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Berdasarkan evaluasi sementara, kasus tersebut diduga berkaitan dengan kelalaian serta ketidakpatuhan petugas dapur dalam menjalankan SOP.

"Atas nama pemerintah pusat, kami menyampaikan permohonan maaf kepada Pondok Pesantren Mambaul Hikam dan seluruh korban atas kejadian ini," kata Trenggono di Ponpes Manba'ul Hikam, Jumat ((4/9/2026).

Dalam penyampaian data sebelumnya, tim pusat mencatat sebanyak 740 orang terdampak. Sebanyak 718 orang disebut telah pulih, sedangkan 22 orang masih menjalani perawatan di sembilan rumah sakit atau fasilitas kesehatan.

"Data terakhir yang kami terima ada 740 orang terdampak. Sebanyak 718 orang sudah pulih dan membaik. Masih ada 22 orang yang dirawat di sembilan rumah sakit atau fasilitas kesehatan," jelasnya.

Data tersebut kemudian diperbarui oleh Dinkes Kabupaten Sidoarjo menjadi 748 pasien hingga Jumat pagi.

Trenggono memastikan korban yang masih menjalani perawatan berada dalam kondisi baik dan mendapatkan penanganan medis. Dia juga membantah informasi yang menyebut jumlah korban mencapai ribuan orang.