Jaksa penuntut menyatakan bahwa Flynn, yang seorang mantan music pastor, menembak istrinya yang berusia 37 tahun itu sebanyak dua kali di bagian belakang kepala saat korban sedang berada di tempat tidur pada 16 Februari lalu, lalu merekayasa lokasi kejadian agar seolah-olah ada penyusup masuk lewat garasi.
Dalam persidangan, jaksa berargumen bahwa Flynn membunuh istrinya agar dia bisa bersama wanita lain yang menjadi selingkuhannya.
Argumen ini didasarkan pada rentetan pesan antara Flynn dan wanita tersebut. Salah satu pesan yang dikirimkan oleh Flynn, pada malam sebelum pembunuhan dilakukan, berbunyi: "Aku memilihmu. Aku bebas. Tindakan akan dilakukan besok."
Senjata pembunuhan tersebut tidak pernah ditemukan. Jaksa penuntut mengajukan bukti digital, yang menurut mereka memperlihatkan Flynn bergerak di dalam rumah pada saat dia mengaku sedang tidur.
Flynn dan istrinya memiliki dua anak perempuan yang berusia 11 tahun dan 9 tahun. Kedua bocah itu sedang tidur di dalam rumah saat pembunuhan itu terjadi.