NADIKABAR.COM — Seorang mantan kontestan American Idol, Caleb Flynn, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat, oleh pengadilan Amerika Serikat (AS). Hukuman bui itu diterima Flynn setelah dia terbukti bersalah telah membunuh istrinya di rumah mereka di negara bagian Ohio.

Flynn yang berusia 40 tahun, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (6/10/2026), telah dinyatakan bersalah, pekan lalu, atas sembilan dakwaan yang menjerat dirinya, termasuk pembunuhan tingkat berat, pembunuhan, penyerangan berat dan merusak barang bukti terkait kematian istrinya, Ashley Flynn.

Dalam sidang putusan yang digelar pada Senin (5/10) waktu setempat, Flynn dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, tanpa kemungkinan untuk mendapatkan pembebasan bersyarat.

Flynn diketahui sempat tampil singkat dalam ajang pencarian bakat American Idol pada tahun 2013 lalu. Namun dia tidak berhasil melaju ke tahap kompetisi utama di Hollywood.

Juri pengadilan dalam persidangan kasus ini melakukan pertimbangan selama dua jam, sebelum menolak klaim Flynn bahwa ada penyusup masuk ke rumah mereka di area Tipp City dan menembak istrinya saat sedang tidur.

Jaksa penuntut menyatakan bahwa Flynn, yang seorang mantan music pastor, menembak istrinya yang berusia 37 tahun itu sebanyak dua kali di bagian belakang kepala saat korban sedang berada di tempat tidur pada 16 Februari lalu, lalu merekayasa lokasi kejadian agar seolah-olah ada penyusup masuk lewat garasi.

Dalam persidangan, jaksa berargumen bahwa Flynn membunuh istrinya agar dia bisa bersama wanita lain yang menjadi selingkuhannya.

Argumen ini didasarkan pada rentetan pesan antara Flynn dan wanita tersebut. Salah satu pesan yang dikirimkan oleh Flynn, pada malam sebelum pembunuhan dilakukan, berbunyi: "Aku memilihmu. Aku bebas. Tindakan akan dilakukan besok."

Senjata pembunuhan tersebut tidak pernah ditemukan. Jaksa penuntut mengajukan bukti digital, yang menurut mereka memperlihatkan Flynn bergerak di dalam rumah pada saat dia mengaku sedang tidur.

Flynn dan istrinya memiliki dua anak perempuan yang berusia 11 tahun dan 9 tahun. Kedua bocah itu sedang tidur di dalam rumah saat pembunuhan itu terjadi.

Saat sidang pembacaan vonis, surat-surat dari kedua putri Flynn dibacakan di pengadilan. Anak-anak itu mempertanyakan mengapa sang ayah membunuh ibunda mereka dan mendesaknya untuk mengakui kesalahannya.

"Dear Daddy, aku bahkan tidak tahu harus mulai dari mana. Bagaimana Ayah bisa melakukan hal seperti itu?" tanya salah satu putri Flynn dalam suratnya.

Flynn telah meminta maaf kepada keluarganya karena telah melanggar janji pernikahannya dan atas keputusan-keputusan yang menurutnya telah menyakit mereka. Dia juga mengakui telah berbohong mengenai "banyak hal", namun tetap bersikeras bahwa dirinya tidak membunuh istrinya.

Pengacara Flynn mengatakan secara terpisah bahwa kliennya berencana mengajukan banding atas vonis tersebut.