"Karena kalau tidak dilandasi semangat persaudaraan, persahabatan, ya kita mengkhawatirkan adanya polarisasi, resistensi antar satu pendukung dengan pendukung yang lain," katanya.
Kesadaran demokrasi, lanjut dia, akan membawa masyarakat memahami bahwa dalam setiap kompetisi apa pun, termasuk Pilur, selalu ada pemenang dan pihak yang kalah.
"Sing menang ora umuk, sing kalah ora ngamuk (yang menang tidak boleh sombong, yang kalah tidak boleh marah)," ujarnya.
Menurut dia, Pilur dapat dimaknai sebagai proses pembelajaran berdemokrasi agar masyarakat semakin matang dan menghargai setiap perbedaan pendapat maupun pilihan.
"Tidak semua orang itu dewasa di dalam menghadapi kompetisi. Maka seluruh warga Bantul, ayolah berdemokrasi dengan riang gembira dan bersahabat," katanya.