NADIKABAR.COM — Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memantau langsung proses pemungutan suara Pemilihan Lurah (Pilur) di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) untuk memastikan pelaksanaannya berlangsung aman dan lancar.
"Antusiasme warga bagus, jadi ini menunjukkan bahwa warga Bantul itu sangat mendukung pemerintahan Kalurahan. Mereka tidak apatis," kata Halim saat mendatangi TPS di Kalurahan Patalan, Bantul, Minggu.
Menurut dia, partisipasi politik masyarakat Kabupaten Bantul dalam Pemililhan Lurah cukup tinggi dan hal itu menunjukkan kesadaran masyarakat untuk turut membangun daerahnya masing-masing.
"Di Bantul ini termasuk tinggi ya, sekitar 80-85 persen biasanya sih. Itu menunjukkan partisipasi publik itu tinggi dalam pemilihan ini," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Halim berpesan kepada para kandidat lurah terpilih agar melayani masyarakat secara adil serta menjaga keharmonisan setelah proses pemilihan selesai.
"Tujuannya baik semua, lima kandidat (lurah) ini. Maka tidak ada alasan untuk saling konflik, apalagi menjatuhkan, itu tidak boleh," katanya.
Menurut dia, demokrasi merupakan proses pendewasaan politik yang menuntut keikhlasan ketika terdapat perbedaan pilihan antarwarga yang berpotensi menimbulkan konflik.
"Demokrasi itu prosesnya memang harus memilih, ya mesti ada yang menang ada yang kalah, pasti itu," ujarnya.
Halim juga menceritakan pengalamannya ketika kalah dalam sebuah kontestasi politik, tetapi tetap menerima hasil tersebut dengan ikhlas dan tidak menimbulkan kegaduhan di lingkungan masyarakat.
"Saya dulu kalah itu juga pernah, tapi saya juga tidak mengamuk, ya harus lilo legowo (ikhlas dan berlapang dada). Itulah demokrasi," katanya.
Ia menilai seluruh calon lurah merupakan putra-putri terbaik Bantul yang berani berkompetisi untuk memajukan kalurahannya masing-masing.
Para tim sukses, lanjut dia, juga diminta tidak saling menjatuhkan atau menjelekkan satu sama lain agar tidak menimbulkan persoalan yang berkepanjangan.
"Karena semuanya harus melakukan rekonsiliasi setelah selesainya Pilur," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY KPH Yudanegara mengatakan pihaknya turut memantau pelaksanaan Pemilihan Lurah di 30 kalurahan di Bantul dan berharap lurah terpilih dapat ikut memajukan kalurahan masing-masing.
"Kalau pantauan kita, ini bisa kita kategorikan kondusif," ujar Yudanegara.
Bupati Bantul bersama jajaran pejabat lainnya melakukan pemantauan langsung di sejumlah TPS, di antaranya di Kalurahan Wukirsari, Sriharjo, Parangtritis, dan Patalan.