Kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama juga disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan dan penguatan pesantren, sehingga perannya dalam pembangunan nasional dapat semakin optimal.
Lebih lanjut, Hari Santri ditegaskan bukan hanya milik kalangan santri dan pesantren maupun umat Islam, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung persatuan, dan mencintai Tanah Air.
Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong serta melanjutkan perjuangan para ulama dan pahlawan melalui kontribusi nyata sesuai tantangan zaman.
Menutup amanatnya, Menteri Agama melalui sambutan yang dibacakan Bupati Blora menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar pesantren di Indonesia.
Para santri diharapkan terus menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, dan mengabdikan diri untuk negeri demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.