NADIKABAR.COM — Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres ke Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai kehormatan sekaligus momentum memperkenalkan daerah kepada dunia.

"Kita tunjukkan yang terbaik, dan hari ini Kabupaten Bogor menjadi wajah Indonesia," kata Rudy saat menyambut kunjungan Sekjen PBB di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin.

Menurut dia, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Kabupaten Bogor untuk menunjukkan keramahan masyarakat sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian.

Ia mengatakan kehadiran Sekjen PBB di Kabupaten Bogor juga merupakan momentum penting karena daerah tersebut mendapat kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan yang berkaitan dengan upaya pemeliharaan perdamaian dunia.

"Ini menjadi sebuah momentum besar bahwa kita dikunjungi langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB. Di sini kita tunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Bogor merupakan masyarakat yang cinta damai dan ramah," ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang aktivitasnya terdampak rekayasa lalu lintas selama berlangsungnya rangkaian kunjungan Sekjen PBB.

Rudy mengapresiasi dukungan dan pengertian masyarakat terhadap pengaturan lalu lintas di sejumlah wilayah guna memastikan kelancaran agenda kunjungan internasional tersebut.

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, seluruh pengguna jalan di beberapa wilayah Kabupaten Bogor yang mungkin terdampak rekayasa lalu lintas, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," katanya.

Ia berharap kunjungan tersebut semakin memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam membangun Kabupaten Bogor sekaligus memberikan kontribusi positif bagi Indonesia.

"Mari kita bangun Bogor bersama-sama, dari Bogor untuk Indonesia," katanya.

Kunjungan Antonio Guterres ke PMPP TNI merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya ke Indonesia pada 17-19 Oktober 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Guterres mengapresiasi kontribusi Indonesia terhadap operasi pemeliharaan perdamaian PBB. Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang personel terbesar keenam dalam misi perdamaian PBB, dengan hampir 2.000 personel yang bertugas di tujuh misi.

Guterres juga memberikan penghormatan kepada personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur dalam tugas serta bertemu dengan prajurit TNI yang dipersiapkan untuk menjalankan misi perdamaian di Republik Afrika Tengah.

Sebelumnya, Guterres bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Minggu (18/10), untuk membahas penguatan kerja sama Indonesia dan PBB, termasuk isu perdamaian dunia dan reformasi sistem multilateral.