Selain beras, Klaten memiliki potensi di sektor wastra dan kerajinan. Produk batik tulis dan lurik Klaten, kata Hamenang, telah menembus sejumlah pasar internasional dan masih memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas.

"Selain beras kami juga terkenal dengan wastra. Ada batik tulis dan lurik yang sangat spesial. Lurik ini alhamdulillah juga sudah masuk beberapa pasar internasional, tetapi barangkali kalau ke depan bisa dibantu oleh Bintan, kami bisa lebih masif masuk ke Singapura dan juga Malaysia," ujarnya.

Produk lain yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama tersebut tim redaksi lain kerajinan tangan, mebel dan furnitur, serta produk cor logam yang menjadi salah satu industri unggulan Klaten.

Menurut Hamenang, posisi Bintan yang strategis dapat menjadi penghubung bagi produk-produk Klaten untuk memasuki pasar regional. Di sisi lain, produk unggulan Bintan juga berpeluang dipasarkan di Klaten.

Karena itu, ia mendorong pola cross selling atau pemasaran silang tim redaksi kedua daerah. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat perekonomian sekaligus mendorong kemandirian fiskal daerah.

"Harapan kami ke depan tentu bisa terjadi cross selling tim redaksi Bintan dan Kabupaten Klaten sehingga kita bisa saling menguatkan. Di tengah situasi hari ini, kalau hanya mengandalkan dana dari pusat jauh dari kata cukup. Kita harus kreatif bersama-sama dan saling menguatkan agar kemandirian fiskal di wilayah ini bisa terjaga dan berkembang," tegas Hamenang.

Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan daerahnya memiliki keunggulan geografis karena berada dekat dengan Singapura dan Malaysia.